Desa Ngargosari adalah daerah yang berada di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Desa Ngargosari Memiliki 4 dusun, 8 rukun warga dan 19 rukun tetangga. Visi misi desa Ngargosari adalah terwujudnya masyarakat desa Ngargosari yang makmur, sejahtera, berbasis pertanian, peternakan, kehutanan, industri,dan pro investasi.
Berikut batas-batas wilayah Desa Ngargosari.
•Bagian utara berbatasan dengan Desa Selodoko dan Kabupaten Semarang,
•Bagian selatan berbatasa dengan Kecamatan Boyolali, Desa Sidomulyo,dan Kecamatan Boyolali,
•Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kecamatan Boyolali.
Luas wilayah Desa Ngargosari 510 Ha, dengan jumlah penduduk 1411 Kartu Keluarga, 4174 jiwa dari 2131 laki-laki dan 2043 perempuan. Desa Ngargosari mempunyai 17 dukuh yang terdiri dari Dampit, Sidodadi, Pucang, Tanjungsari, Ngargorjo, Ngasemrejo, Jambean, Klopodampit, Ngrogol, AlasMalang, Ngudang, Ngading, Ngenengsari, Ndukoh, Ngargosari/Ndruwo, Ngumukrejo, dan Nggasari.
Struktur Kepengurusan Desa Ngargosari
Kepala desa: Suyamto
Sekertaris: Taufik
Kepala umum keuangan: Sumadi
Kepala urusan kesra: Wiji Triatmoko
Kepala urusan umum: Anton Jasmadi
Kepala seksi pemerintahan: Narmi
Kepala dusun lingkungaan:
1. Septian lilik
2. Endah kususma
3. Sumardi
4. Sunaryo
BPD
1. Ketua: Giyanto
2.Sekertaris:Maralina
3.Anggota: Sarjono, Sulastri, Joko santoso
Kehidupan Sosial Desa Ngargosari
Desa Ngargosari adalah desa yang masih menjalani beberapa adat yang ditinggalkan oleh leluhur contohnya pada Minggu, 10 September 2023 lalu di Desa Ngargosari melaksanakan acara kirab gunungan hasil bumi serta apam yang dimeriahkan pula dengan penampilan 75 prajurit keraton Solo.
Desa Ngargosari juga masih rutin melaksanakan adat bersih desa yang dilaksanakan pada 5 tahun sekali didusun yang berbeda setiap acaranya. Selain itu, disana juga masih banyak adat yang dilakukan.
Desa Ngargosari memiliki beberapa organisasi yang masih berjalan sampai sekarang seperti PKK, karang taruna, LINMAS, kesenian, dan olahraga. Kegiatan yang masih berjalan disana adalah posyandu lansia, posyandu remaja, posyandu balita, posbindu, asman toga, tpa/tpq.
UMKM yang Berkembang di Desa Ngargosari
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mempunyai peran sebagai roda penggerak perekonomian lokal, selain sebagai roda penggerak perekonomian pengembangan UMKM di desa juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diera digital seperti sekarang ini umkm desa memiliki peluang besar untuk tumbuh serta bersaing di pasar global dengan menghasilkan produk yang berdaya saing, termasuk didesa ngargosari ini. Di Desa Ngargosari masyarakat melakuakn usaha kecil dirumah nya masing-masing.
Setelah dilakukan outing class ke Desa Ngargosari terdapat beberapa produk UMKM yang dihasilkan oleh desa tersebut diantaranya yaitu ada keripik kimpul, budidaya jamur tiram, pembuatan mochi, dan pembuatan tas lokal.
1. Usaha Keripik Kumpul
Keripik kimpul adalah makanan yang terbuat dari talas yang menggunakan tepung yang telah dibumbui, diiris tipis lalu dijemur. Setelah dijemur kemudian digoreng, pengorengan Keripik kimpul dilakukan dua kali agar rasanya lebih renyah dan minyak yang terkandung dalam keripik sedikit. Biasanya rasanya adalah asin dengan aroma bawang merah yang enak.
Pemasaran keripik kimpul ini hingga Boyolali Kota, jika diluar Boyolali maka ongkir nya akan lebih mahal daripada di Boyolali. Untuk pembelian produk ini konsumen juga bisa datang ke rumah atau melalui via telepon.
 |
Proses pembuatan keripik kimpul
2. Usaha Mochi
Mochi adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang.
Di Desa Ngargosari pembuatan mochi tidak dengan cara ditumbuk melainkan menggunakan alat penggiling. Hanya ada 1 rasa yaitu kacang tetapi ada dua toping yang berbeda yaitu toping polos dan toping wijen. Pemasaran mochi di Ngargosari ini di Jojga dengan harga 30.000 berisi 12pcs. Sedangkan didesa dijual dengan harga 15.000. |
 |
Proses pembuatan mochi
3. Usaha Jamur Tiram
Usaha lain yang berkembang di Desa Ngargosari adalah usaha jamur tiram. Budidaya jamur tiram ini dilakukan dilingkungan rumah. Bahan yang digunakan untuk membuat jamur tiram antara lain bekatul, serbuk gergaji, dan kapur. Campuran bahan-bahan tersebut dapat menghasilkan jamur tiram.
|
 |
| Proses pembuatan jamur tiram |
4. Usaha Bordir dan Tas Lokal
Tas brand lokal adalah item fashion yang semakin wajib dimiliki. Tidak hanya karena fungsinya, dan manfaat untuk menunjang penampilan. Memiliki tas brand lokal juga wujud kebanggaan dan apresiasi pada karya anak bangsa. Di desa Ngargosari ini ada juga lho yang memproduksi tas lokal.
Usaha tas lokal yang berkembang di Desa Ngargosari ini dipasarkan melalui online shop.
 |
| Pembuatan bordir usaha tas lokal |